Sembunyikan menu Run

Desember 29, 2008

Menu Run yang ada pada menu Start digunakan untuk mempercepat akses file program atau executable yang biasanya tidak tercatat dalam bagian Start>>All Programs. Namun karena alasan tertentu, misalnya alasan security, kita dapat Menyembunyikan Menu Run Pada Menu Start sehingga dengan demikian, orang lain yang menggunakan komputer kita tidak dapat mengaksesnya.
Langkah-langkah Menyembunyikan Menu Run Pada Menu Start adalah sebagai berikut.

1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.

2. Kemudian klik HKEY_CURRENT_USER >> Software >> Microsoft >> Windows >> Current Version >> Policies >> Explorer

3. Kemudian klik kanan pada Explorer >> New Dword >>

4. Rename New Value menjadi NoRun

5. Klik double pada NoRun sehingga muncul jendela Edit Dword Value.

6. Ubah Value datanya menjadi 1.

7. Selesai

Logoff atau restart komputer untuk melihat hasilnya.

Ganti ikon start menu

Desember 29, 2008

Mengganti ikon pada start menu

Bosan dengan tampilan ikon start menu yang itu-itu saja. Untuk itu ikuti langkah-langkah di bawah ini :

Pertama buka regedit dan cari key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\explorer\Shell Icons\.
Pada panel sebelah kanan, buat string value baru. Caranya klik kanan, lalu pilih New – String Value. Beri nama string value tersebut sesuai dengan icon yang akan Anda ganti seperti tercantum pada tabel di bawah ini.
Klik 2x pada string baru tersebut dan isi dengan path atau letak icon yang akan Anda gunakan. Misalnya icon Anda terletak di C:\My Documents maka isi dengan “C:\My Documents\icon1.ico”.

Nama String Value Keterangan
19 Programs
43 Favorites
20 Documents
21 Settings
22 Find
23 Help
24 Run
44 Log Off
27 Shutdown

Note : Belum pernah dicoba pada Vista

Photoshop (tampilan retro)

Desember 29, 2008

Tampilan Retro Pada Wallpaper Anda

Untuk membuat suatu gambar atau wallpaper biasa menjadi tampilan retro. Berikut cara membuat tampilan wallpaper menjadi sebuah tampilan retro :

1.    Siapkan sebuah Image atau wallpaper  yang ingin diubah menjadi sebuah tampilan Retro. Untuk melakukan ini bisa digunakan Photoshop CS 3 atau CS 2.

2.    Kemudian lakukan double klik pada layar palette dan ganti nama layer menjadi Retro dan klik menu Image ►Adjustment ► Desaturate agar gambar menjadi hitam putih.

3.    Setelah gambar menjadi hitam putih kemudian buat efek posterize untuk mempertajam gambar. Untuk melakukan hal tersebut klik menu Image ►Adjustment ► Posterize dengan levels 4.

4.    kemudian klik menu Image ►Adjustment ►Threshold untuk membuat tampilan menjadi sketsa hitam putih. Apabila pada langkah ini tampilan gambar masih kurang jelas maka efek posterize bisa digunakan untuk memperjelas tampilan. Untuk efek Threshold ini gunakan nilai yang sudah ada pada slice bar yaitu 128

5.    Kemudian untuk pewarnaan Retro klik   menu Image ►Adjustment ► Channel Mixer. Pada proses pewarnaan ini bisa dilakukan sesuai kreasi masing-masing. Setelah itu tunggu sampai jendela channel mixer muncul. Pada jendela ini pilih Output channel ► Red. Dibawah Output channel terdapat empat slice bar. Atur keempat slice bar ini sehingga menghasilkan pewarnaan yang menarik. Sesudah itu klik OK. kemudiaan untuk sedikit kreasi agar tampilan menjadi segar, buat 3 layer baru dengan nama layer yang sudah ada (layer 1, layer 2, layer 3) melalui layer palette.

6.    Kemudian klik layer Retro pada layer palette untuk mencopy tampilan layer Retro dengan mengklik Ctrl a untuk menseleksi seluruh  layer 1 dan Ctrl c untuk melakukan proses mengcopy. kemudian kembali ke layer 1 dengan mengklik layer 1 pada layer palette untuk mempaste tampilan layer retro dengan menggunakan Ctrl v.

7.    pada layer 1 klik    menu Image ►Adjustment ► Channel Mixer untuk mengubah warna layer 1. sesudah jendela chanell mixer muncul pada pilihan Output Chanell pilih Red (untuk mendapatkan hasil yang menarik gunakan semua pilihan yang ada)  . Atur keempat slice bar yang ada untuk memunculkan warna yang diinginkan dan klik OK. Lalu sembunyikan layer Retro.

8.    pada layer 1 pilih Move Tool pada Toolbox. Kemudian pada toolbar klik show Transform Controls untuk mencheklistnya untuk memunculkannya klik Move tool. Gunakan secara manual untuk mengecilkan. Kemudian munculkan  layar retro sedangkan layer lainnya sembunyikan. Kemudian kembali ke layer 1  Atur tampilan dengan menggunakan Show Transform Tool dan atur Opacity serta Fill sehingga tampilan akan seperti gambar dibawah ini. Anda dapat menggunakan Show Transform Tool dan Opacity untuk mengatur tampilan sesuai kreativitas anda.

9.    Untuk pembuatan efek untuk pada layer 2, layer 3, gunakan langkah 6-9 sehingga  tampilan menjadi seperti berikut. Untuk mengatur tampilan agar menjadi lebih menarik anda dapat menggunakan efek Channel mixer dan Opacity. Untuk melihat hasilnya munculkan layer secara berurutan mulai dari layer retro.

10.    kalau anda belum puas dengan tampilan pada background (layer retro) anda dapat menggunakan chanell mixer untuk mengubah warna pada background. Terakhir klik menu Layer ► Flatten image untuk menyatukan semua layer.

Download Gambar/image (contoh gambar)

Upload Web Joomla

Desember 27, 2008

Berikut langkah-langkah upload Web Joomla yang telah jadi.

  • Backup Database Lokal

Siapkan database Joomla yang ingin diupload. Backup database anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser anda. Pilih database Joomla yang ingin diupload dari drop down menu “database”. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol “export”. Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table”. Jangan ganti yang lain kecuali anda tahu apa yang anda lakukan. klik “Save as file” tekan tombol “go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer.

  • Database Setup
Login ke cPanel atau vista panel tergantung dari layanan hostingannya bisa pake CPanel atau vista panel dan klik pada link MySQL Databases. Cari tombol “Create Database”. Di sini tempat membuat database MySQL web Joomla yang akan diupload. Masukkan nama database Joomla dan tekan “Create Database”. Setelah berhasil membuat database, anda perlu memastikan bahwa web Joomla dapat mengaksesnya. Untuk itu dibutuhkan user MySQL yang memiliki hak akses ke database tersebut.

Silahkan navigasikan cPanel ke cPanel > MySQL Databases dan cari tombol “Add User”. Masukan username dan password untuk user MySQL. Tekan tombol “Create User”.

Setelah membuat user, sekarang tinggal memberi user hak akses untuk database Joomla. Di cPanel > MySQL Databases, cari dua drop-down untuk user dan database, pilih Joomla database dan user yang baru dibuat dan set Privileges ke ALL dan tekan “Add User to Database”

  • Upload Database

Setelah selesai membuat database dan user sekarang buka phpMyAdmin di cPanel > MySQL Database > phpMyAdmin. Pilih database Joomla yang ingin diupload dari drop down menu “database”. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol “import”, browse file backup database dan tekan tombol “Go” untuk import.

  • Setting file configuration.php

File configuration.php Joomla ini berisi tentang konten informasi web Joomla, database, user, dan lain-lain. Sebelum upload file ke server hosting, anda harus mengganti konfigurasi Joomla. BACKUP file configuration.php menjadi configuration.local.php. Buka file configuration.php dan ganti beberapa nilai seperti yang ada dibawah ini lalu simpan. Contoh di bawah ini menggunakan asumsi kalau anda ingin membuat web Joomla diakses melalui http://yourdomain.com/.

Bagian yang diganti adalah :

$mosConfig_absolute_path = ‘/home/ur_site_atau_username/public_html’;

$mosConfig_cachepath = ‘/home/ur_site_atau_username/public_html/cache’;

$mosConfig_live_site = ‘http://www.yourdomain.com’;/*nama situs anda*/

$mosConfig_password = ‘ur_password’;/*pasword database yang sudah kita buat*/

$mosConfig_user = ‘ur_dbusername’;/*user database yang baru kita buat*/

$mosConfig_db = ‘ur_dbname’;/*nama database anda*/

$mosConfig_host = ‘ur_host’; /*biasanya si localhost ato ip adres*/

Note :

$mosConfig_absolute_path = ‘/home/ur_site/public_html’;

Merupakan tempat path web joomla kita,misalnya kita ganti saja sbb: $mosConfig_absolute_path = ‘/home/a989754/public_html’;

$mosConfig_cachepath = ‘/home/ur_site/public_html/cache’;

Merupakan link untuk bagian cache, misalnya kita ganti dengan :

$mosConfig_cachepath = ‘/home/ a989754/public_html/cache’;

  • Upload Files

Zip file-file di direktori Joomla lokal. Untuk koneksi internet yang lambat sebaiknya file-file yang mau diupload dipecah-pecah menjadi beberapa bagian sehingga bisa mempercepat proses upload. Setelah itu jalankan aplikasi FTP dan upload ke direktori yang diinginkan. Bisa juga dengan menggunakan File Manager di cPanel > File Manager untuk melakukan upload. Kalau ingin menjadikan Joomla sebagai web utama silahkan upload file zip Joomla ke dalam direktori public_html supaya Joomla dapat diakses melalui http://yourdomain.com/.

$$$$ Have Fun $$$$

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.